Sabtu, 30 Maret 2013

makalah perbandingan pendidikan (Timur Tengah)


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Posisi Timur Tengah sebagai tujuan utama tempat studi Islam masih belum tergantikan di mata kaum Muslimin Indonesia. Meski sebagian mereka mulai melirik Barat sebagai tempat studi Islam, namun beberapa universitas dan pusat-pusat studi Islam di Timur Tengah tetap menjadi alternatif utama untuk melanjutkan jenjang studi. Dua daerah Timur Tengah yang paling sering dijadikan tumpuan tempat menimba ilmu keislaman adalah haramain (Makkah dan Madinah) di Saudi Arabia serta Kairo di Mesir.[1] Sebenarnya seperti apakah sistem pendidikan di kedua Negara tersebut? Dalam makalah ini akan kami jelaskan secara ringkas tentang sistem pendidikan di kedua negara tersebut.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Sistem Pendidikan di Negara Saudi Arabia?
2.      Bagaimana Sistem Pendidikan di Negara Mesir?


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sistem Pendidikan di Negara Saudi Arabia
Kerajaan Arab Saudi berdiri pada tahun 1932 dan menempati 80 persen luas semenanjung Arab. Secara geografis negara ini berbatasan dengan Jordania, Kuwait, dan Irak di sebelah utara, Laut Merah di sebelah barat, Qatar dan Uni Emirat Arab di sebelah timur, serta Yaman dan Oman di sebelah selatan.  Saudi Arabia adalah negara yang menganut hukum berbasis Islam di mana hukum syariah sebagai dasar konstitusi dan sistem hukum.[2]
Sistem pendidikan di Arab Saudi memisahkan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan syariat Islam. Secara umum, sistem pendidikan dibagi menjadi 3 bagian utama
1. Pendidikan umum untuk laki-laki
2. Pendidikan umum untuk perempuan
3. Pendidikan Islam untuk laki-laki[3]
Pendidikan umum dibagi menjadi 4 bagian yaitu :
a.       Pra-Pendidikan Dasar
Pra- Pendidikan Dasar ini sama dengan Pendidikan Taman Kanak-Kanak dari usia 4 – 5 tahun pendidikan ini ditawarkan secara gratis dan bersifat sukarela. Program yang akan diberikan pada pendidikan ini adalah program pedagogis, dan tidak terorganisir untuk mempersiapkan diri masuk sekolah.
b.      Pendidikan Dasar (primary education)
1.      Sekolah Dasar.
Pada Pendidikan Dasar anak-anak mulai masuk sekolah pada usia 6 – 11 Tahun Kurikulum atau mata pelajaran yang ada di pendidikan dasar adalah sebagai berikut : Bahasa Arab, Pendidikan seni, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan ), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki), Studi islam dan Sain. Sertifikat: shahadat Al Madaaris Al Ibtidaa'iyyah (Umum Elementary School Certificate)
2.      Sekolah Menengah.
Pada Pendidikan Menengah anak-anak mulai masuk sekolah pada usia 12 – 14 tahun. Kurikulum yang ada di pendidikan  menengah adalah  sebagai berikut: Bahasa Arab,  Pendidikan seni, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki), Studi Islam dan Sain dan   bahasa, Tambahannya adalah bahasa Inggris. Sertifikat: shahadat Al-Kafa'at Al-Mutawassita (Intermediate School Certificate)
c.       Pendidikan Sekunder
Pada Pendidikan Sekunder anak-anak mulai masuk sekolah pada usia15 – 17 tahun. Pendidikan Sekunder ini menawarkan 3 program yaitu  Pendidikan Menengah Umum, Pendidikan Menengah  Agama, Pendidikan Menengah Teknik. Pendidikan ini berlangsung selama 3 tahun. Kurikulum Umum : Bahasa Arab, Biologi, Kimia, Bahasa Inggris, Geografi, Sejarah, Ekonomi rumah (untuk anak perempuan), Matematika, Pendidikan Jasmani (untuk anak laki-laki) dan pelajaran agama.
d.      Perguruan Tinggi
Pendidikan ini disediakan oleh 7 universitas, beberapa perguruan tinggi untuk perempuan. Beroperasi dibawah yurisdiksi Kementerian Pendidikan Tinggi. Universitas Islam Madinah dikelola oleh Dewan menteri.[4]
Dalam sistem  pendidikan di Saudi Arabia dibebani tiga tujuan yaitu untuk memberikan sekurang-kurangnya pendidikan dasar bagi seluruh penduduk, untuk mempersiapkan murid-murid dengan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan ekonomi yang terus berubah dan untuk mendidik anak-anak dalam kepercayaan, praktek, nilai-nilai serta kebudayaan Islam.
Pendidikan di Arab Saudi ditangani oleh dua departemen yaitu:
1.      Departemen Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan yang menangani Pendidikan Dasar, Menengah, baik umum maupun khusus.
2.      Departemen Pengajar Tinggi yang menangani lembaga pendidikan tinggi, baik itu dilingkungan Perguruan tinggi Umum (PTU) maupun Perguruan Tinggi Agama (PTA).[5]
Pada tahun 1985, total anggaran untuk pendidikan mencapai 3.6 percent dari total anggaran belanja nasional Arab Saudi. Setiap mahasiswa lokal maupun asing di universitas negeri mendapat beasiswa setiap bulan dari kementerian pendidikan.[6]
B.     Sistem Pendidikan di Mesir
Republik Arab Mesir, lebih dikenal sebagai Mesir, (bahasa Arab: مصر, Masr) adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya), sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Posisi Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur.[7]
Sistem Pendidikan di negara Mesir meliputi:
1.      Sekolah Dasar (Ibtida’i). selama 5 tahun.
2.      Sekolah Menengah Pertama (I’dadi). Selama 3 tahun.
3.      Sekolah Menengah Atas (Tsanawiyah ‘Ammah). Selama 3 tahun
4.      Pendidikan Tinggi. Selama 4-6 tahun.
1.      Sistem Sekolah Sekuler (Umum)
Pendidikan wajib di mesir berlaku sampai Grade 8 yang ingin dikenal sebagai pendidikan dasar (Ibtida’I dan I’dadi) . Ada pendidikan taman kanak-kanak dan play group yang mendahului pendidikan dasar, tapi jumlahnya sangat kecil dan kebanyakan berada di kota-kota. Pendidikan dasar ini dibagi menjadi dua jenjang. Jenjang pertama yang dikenal dengan “Sekolah Dasar” mulai dari “Grade 1” samapai “Grade5” , dan jenjang kedua, yang dikenal dengan “Sekolah Persiapan”, mulai dari “Grade 6” sampai ”Grade” 8. Sekolah persiapan ini baru menjadi pendidikan wajib dalam tahun 1984.
Setelah mengikuti pendidikan dasar selama delapan tahun, murid-murid punya empat pilihan : tidak bersekolah lagi, memasuki sekolah menengah umum, memasuki sekolah tekhnik menengah tiga tahun, atau memasuki sekolah tekhnik lima tahun. Pada sekolah umum tahun pertama (Grade 9) adalah kelas pertama pada Grade 10 murid harus memilih murid harus memilih antara bidang sains dan non sains (IPA vs Non IPA) untuk Grade 10 dan 11.
Pendidikan tinggi di universitas institusi spesialisasi lainya menikuti pendidikan akademik umum. Pendidikan pada sebagian lembagaa pendidikan tinggi berlangsung selama dua, empat atau lima tahun tergantung pada program dan bidang yang dipilih.
2.      Sistem Sekolah Al-Azhar.
Sistem sekolah ini hampir sama dengan sistem sekolah sekuler ada tingkatan sekolah dasar. Perbedaannya ialah bahwa pendidikan agama Islam lebih mendapat tekanan. Tetapi, untuk mata pelajaran kurikulumnya seperti pada sistem sekolah sekuler. Grade 10 dan Grade 11 sama untuk semua murid. Pada akhir Grade 11, murid boleh memilih apakah ingin masuk ke sekolah umum dua tahun lagi atau masuk ke sekolah agama selama dua tahun.
Pada level universitas fakultas-fakultasnya sama dengan yang ada pada pendidikan sekuler tetapi kurikulumnya lebih menekankan kepada keagamaan. Selanjutnya, seluruh pendidikan guru untuk pendidikan keagamaan hanya diselenggarakan dalam lingkungan sistem Al-Azhar.Sekolah-sekolah Al Azhar lebih sedikit muridnya dibandingkan dengan jumlah murid sekolah sistem sekuler.
3.      Pendidikan Nonformal
Pendidikan Nonformal didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan pendidikan terencana diluar sistem pendidikan ini dimaksudkan untuk melayani kebutuhan pendidikan bagi kelompok-kelompok orang tertentu apakah itu anak-anak,generasi muda, atau orang dewasa; apakah mereka laki-laki atau perempuan, petani, pedagang, atau pengrajin; apakah mereka dari keluarga orang kaya atau keluarga miskin. Di mesir, pendidikan nonformal terutama dikaitkan dengan penghapusan ilistrasi. Dengan demikian, kebanyakan program lebih dikonsentarikan pada pendidikan nonformal ada dalam aspek itu.[8]
Kurikulum
Dari grade 1- grade 3: Bahasa arab, Matematika, Seni, Olah raga, Al-Quran, Agama, Khot, Imla’, Insya. Mulai dari grade 4 -5 mata pelajarannya ditambah: Biologi, Sejarah, Bahasa Inggris.[9]
Tujuan Pendidikan di Mesir
·         Menyiapkan dan mengembangkan warga Mesir dengan cara yang akan membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat yang berubah modern untuk menghadapi tantangan terbarukan, selain memungkinkan mereka untuk memahami dimensi religius, nasional, dan budaya dari identitas mereka.
·         Memberikan masyarakat dengan warga negara yang telah menguasai keterampilan ilmiah dasar, dengan penekanan khusus pada keterampilan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu-ilmu masa depan (sains, matematika, dan bahasa).
·         Menyediakan warga dengan pengetahuan dasar penting tentang kesehatan, gizi, lingkungan, dan isu-isu pembangunan yang terkait.
·         Menyiapkan dan membantu warga untuk mengembangkan keterampilan dipindahtangankan, termasuk kemampuan analisis, berpikir kritis, keterampilan ilmiah, dan keterampilan pemecahan masalah yang dapat memungkinkan mereka untuk merespon tuntutan terus-menerus dan menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.[10]
Sistem pendidikan di Mesir adalah tanggung jawab Kementrian Pendidkan negara. Kementrian pendidikan bertanggung jawab  mulai dari pendidikan prasekolah sampai ke pendidikan tinggi dalam aspek perencanaan, kebijakan, kontrol kualitas, koordinasi dan pengembangannya. Pejabat-pejabat pendidikan di tingkat governorat bertanggung jawab atas pengimplementasianya. Mereka yang memilih lokasi, membangun dan melengkapi serta mengawasinya agar berjalan dengan baik. Mereka juga berusaha mendorong sumbangan dan partisipasi masyarakat. Ringkasnya, mereka bertanggung jawab atas segala sesuatu untuk menjamin terselenggaranya opersional sekolah dengan efisien.[11]
Mesir menerima bantuan dari Bank Dunia, UNICEF, UNESCO, dan negara-negara sahabat seperti Amerika Serikat, German, Kerajaan Inggris, dan negara-negara Arab. Walaupun jumlah bantuan itu cukup besar, namun masih banyak lagi yang harus dicapai dalam bidang pendidikan, terutama dalam meningkatkan efisiensi manajemen dan belanja pendidikan. Sekolah Azhar dibiayai oleh pemerintah sedangkan Sekolah Swasta hanya mendapat subsidi.[12]


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Sistem pendidikan di Saudi Arabia dan Mesir:
Ø  Segi Jenjang Pendidikan sama, namun penamaannya berbeda.
Ø  Segi Kurikulum berbeda. Saudi Arabia lebih menonjolkan pendidikan agama, sedangkan di Mesir menonjolkan antara pendidikan agama dan umum.
Ø  Segi tanggungjawab pendidikan, di Saudi Arabia ditangani oleh dua departemen, sedangkan di Mesir ditangani oleh Kementrian Pendidikan Negara saja.


[1] Ahmad Sayuti An, Ahsin Sakho Muhammad, dkk., Belajar Islam di Timur Tengah. 5.
[2] http://detroitnumb.blogspot.com/2012/04/sistem-pendidikan-di-arab-saudi.html
[3] Binti Maunah, Perbandingan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Penerbit teras, 2011), 198-199.
[4] http://blog.unsri.ac.id/merry_maswarita/welcome/studi-komperatif-saudi-arabia.-unsri.teknologi-pendidikan/mr
[5] Ibid.
[6] http://detroitnumb.blogspot.com/2012/04/sistem-pendidikan-di-arab-saudi.html                  
[7] http://dharwanto.blogspot.com/2011/12/perbandingan-pendidikan-di-mesir-dan-di.html
[8] Ibid.
[9] Ibid.
[10] http://bahru90.blogspot.com/2011/10/makalah-pendidikan-di-mesir.html
[11] http://imamturyuti.blogspot.com/2012/03/v-behaviorurldefaultvmlo_12.html
[12] Ibid.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar